Pada Suatu Waktu di Banten Selatan

Seorang lelaki meratapi anak bangsanya yang tertindas di tanah darah mereka sendiri
Waktu siang mereka merangkak dalam kegelapan lubang-lubang galian
Pada malam mereka tidur berselimutkan karung goni dan bertemankan tungau
Dan di akhir, mereka meregang nyawa dalam rengkuhan kolera, disentri, dan malaria

Ia meneriakkan keadilan!
Akan perlu adanya jaminan pendidikan dan kesehatan bagi mereka
Ia meneriakkan kenyataan!
Bahwa upah mereka pun tak cukup untuk membeli beras sehari
Ia meneriakkan kesetaraan!
Betapa mereka bukanlah binatang yang dapat dipecut, diludahi, dan diinjak

Di barisan terdepan ia melawan penjajahan manusia dan alam yang sewenang-wenang
Menggelorakan semangat untuk bangkit dan melawan maling di negeri mereka sendiri
Mengingatkan bahwa sebuah kata bernama perjuangan tak akan pernah berhenti hingga ajal membawa mereka ke liang kubur

Di antara batu karang yang tinggi menjulang dan pasir yang luas terhampar
Berhadapan dengan ombak pantai selatan yang ganas menggulung
Ia pernah ada,
Pada suatu waktu di Banten Selatan…

~ oleh reyhaneddy di/pada Kamis, 21 Agustus 2008.

Satu Tanggapan to “Pada Suatu Waktu di Banten Selatan”

  1. tampaknhya gw kenal..
    tan malaka bukan?

Tinggalkan Balasan